The Role of Expert Opinions at the Investigation Stage in Efforts to Uncover Illegal Gold Mining Crimes Based on Article 120 of the Criminal Procedure Code in West Kalimantan
DOI:
https://doi.org/10.62951/ijlcj.v2i4.829Keywords:
Article 120, Expert Opinion, Gold Mining Without Permit, Investigation Phase, West KalimantanAbstract
This study examines the critical role of expert opinions from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) during the investigation phase in uncovering gold mining without permit (PETI) crimes under Article 120 of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) in West Kalimantan. The research employs a normative-empirical approach, analyzing legal provisions, government reports, and judicial practices to assess how ESDM experts contribute to establishing the material truth of PETI cases. Findings reveal that expert opinions are indispensable for verifying the absence of permits, assessing environmental damage, and quantifying state losses, thereby strengthening evidentiary frameworks for prosecutors and judges. However, challenges persist, including coordination gaps between law enforcement and ESDM, insufficient technical capacity among investigators, and potential threats to expert independence. The study concludes that optimizing the use of ESDM expertise is not merely procedural but strategic for effective, accountable, and just enforcement against PETI, which remains a significant threat to national resource sovereignty and environmental sustainability.
Downloads
References
Ali, Z. (2021) Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.
Angga Prasetyo, D., Vesna Madjid, N., and Fahmiron (2024) “Fungsi Keterangan Ahli Psikolog Klinis Dalam Mengungkap Tindak Pidana Perkara Pembunuhan di Tingkat Penyidikan,” Jurnal Sakato Ekasakti Law Review, 3(2), pp. 82–90. Available at: https://doi.org/10.31933/dy9mkk45.
Arief, B.N. (2007) Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan. Ed. 1., cet. 1. Rawamangun, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Arif, M., Abdaud, F. and Huzaiman, H. (2023) “The Role of Forensic Science in Proving Murder Cases at the Investigation Stage,” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), pp. 1019–1024. Available at: https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2989.
Aryatmaja, I.K., Sugiartha, I.N.G. and Widyantara, I.M.M. (2023) “Kedudukan Keterangan Ahli Sebagai Alat Bukti Dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Tipikor,” Jurnal Interpretasi Hukum, 4(1), pp. 14–19.
Asri, R.F.C. and Henda, R. (2019) “Aspek Yuridis Penerapan Tindak Pidana Lingkungan Dalam Penambangan Tradisional Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara (Studi Putusan Nomor 134/Pid.B/LH/2018/PN Sbr ),” Hukum Responsif, 10(2). Available at: https://doi.org/10.33603/responsif.v10i2.5063.
Budiardjo, M., Politik, D.-D.I. and Revisi, E. (1998) Dasar-Dasar Ilmu Politik, and Edisi Revisi, Jakarta, 2oo9. Jakarta: Gramedia pustaka utama.
Diah, M.E. (2017) Penegakan Hukum Terhadap Kegiatan Pertambangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Di Wilayah Wonosobo. Available at: http://repository.unissula.ac.id/9552/.
Endrico Putri, V.S. (2021) “Analisis Pemidanaan Terhadap Tindak Pidana Pertambangan Batubara Tanpa Izin Usaha Pertambangan Studi Kasus Di Kutai,” JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5(1). Available at: https://doi.org/10.58258/jisip.v5i1.1754.
Fathoni, F., Nanik, T. and Ridwan, R. (2014) Tanah, Tambang, Dan Masyarakat Adat. Bandar Lampung: Indepth Publishing. Available at: http://repository.lppm.unila.ac.id/51731/ (Accessed: December 1, 2025).
Gosal, R. (2024) “Tinjauan Yuridis Terhadap Pertambangan Ilegal Ditinjau Dari Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara,” Lex Administratum, 12(3). Available at: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/55652 (Accessed: December 1, 2025).
Kasidin, S. (2021) “Kajian Hukum Tentang Kekuatan Alat Bukti Yang Dipublikasikan Oleh Seorang Ahli Di Luar Pemeriksaan Persidangan Dihubungkan Pasal 184 Kuhap,” FOCUS: Jurnal of Law, 2(2), pp. 1–20. Available at: https://doi.org/10.47685/focus.v2i1.175.Kontu, H.R. et al. (2025) “Penegakan Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana Pertambangan Emas Tanpa Ijin (Studi Kasus Putusan Nomor 107/Pid. Sus/2023/PN. Thn),” Lex Journal: Kajian Hukum dan Keadilan, 1(2), pp. 409–425.
Kristiawan, A. and Wahyuningsih, S.E. (2018) “Perspektif Tindak Pidana Administrasi Terhadap Tindak Pidana Pertambangan Tanpa Ijin (Peti) Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral Dan Batubara,” Jurnal Daulat Hukum, 1(1). Available at: https://doi.org/10.30659/jdh.v1i1.2623.
Kusdarmaji (2022) “Pengaruh Kompetensi Penyidik Dan Responsivitas Terhadap Kualitas Pelayanan Dimediasi Penanganan Perkara (Studi Kasus Pada Laporan/Pengaduan Tindak Pidana Di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan),” Kindai, 18(1). Available at: https://doi.org/10.35972/kindai.v18i1.701.
Marbun, J., Gunawan, I. and Rahsia, S. (2025) “Rekayasa Lingkungan Dalam Pemulihan Pencemaran Tanah Pada Lahan Bekas Penambangan Emas Tanpa Ijin Di Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Kalimantan Barat,” Jurnal Rekayasa Lingkungan, 25, pp. 9–19. Available at: https://doi.org/10.37412/jrl.v25i1.372.
Nahuddin, Y.E. (2016) “Pembuktian Dalam Perspektif Hukum Lingkungan,” Jurnal Cakrawala Hukum, 7(2), p. 147–155-147–155. Available at: https://doi.org/10.26905/idjch.v7i2.1944.
Niwele, A.V., Mataheru, F. and Taufik, I. (2022) “Penanggulangan Penambangan Emas Illegal,” SANISA: Jurnal Kreativitas Mahasiswa Hukum, 1(2), p. 54. Available at: https://doi.org/10.47268/sanisa.v1i2.758.
Pamungkas, D.P. (2018) “efektivitas penyidikan tindak pidana penambangan emas tanpa izin di kabupaten solok selatan (studi pada direktorat reserse kriminal khusus kepolisian daerah sumatera barat),” UNES Law Review, 1(2), pp. 134–147. Available at: https://doi.org/10.31933/law.v1i2.22.
PPNS Ditjen Minerba Limpahkan Kasus Tambang Emas Tanpa Izin di Ketapang ke Kejaksaan (no date) ESDM. Available at: https://www.esdm.go.id/en/media-center/news-archives/ppns-ditjen-minerba-limpahkan-kasus-tambang-emas-tanpa-izin-di-ketapang-ke-kejaksaan (Accessed: December 1, 2025).
Rachmad, A. (2019) “Peranan Laboratorium Forensik Dalam Mengungkap Tindak Pidana Pada Tingkat Penyidikan,” Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 14(1), pp. 15–24. Available at: https://doi.org/10.33059/jhsk.v14i1.1078.
RAHARJO, B. (2018) Penegakan Hukum Tindak Pidana Pertambangan Tanpa Ijin (Peti) Di Kabupaten Wonosobo. masters. Fakultas Hukum UNISSULA. Available at: https://doi.org/10/11/pernyataan_publikasi.pdf.
Rosadi, O. and Jailani, A.K. (2023) “Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Perusakan Lingkungan Hidup Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin Pada Satreskrim Polres Sijunjung,” Unes Journal of Swara Justisia, 7(1), pp. 1–15. Available at: https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i1.305.
Sabali, L., U. Puluhulawa, F. and Taufiq Zulkifli Sarson, M. (2023) “Peran Penyidik Kepolisian Polres Pohuwato Dalam Menangani Tindak Pidana Pertambangan Emas Tanpa Izin Di Kawasan Cagar Alam,” Journal of Comprehensive Science (JCS), 2(5), pp. 1429–1437. Available at: https://doi.org/10.59188/jcs.v2i5.360.
Said al Rofi, 15421042 (2019) “Penguasaan Hak Tanah Masyarakat Adat Dayak Jalai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat Perspektif Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Dan Hukum Islam.” Available at: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/16908 (Accessed: December 1, 2025).
SAKTI Agi, A. (2022) “Kontroversi Pengelolaan Mineral Dan Batubara Ditinjau Dalam Aspek Yuridis.”
Sembiring, D.S., Sahlepi, M.A. and Saragih, Y.M. (2024) “implementasi pasal 120 undang-undang n0mor 4. tahun 2023 tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan terkait barang hasil kejahatan ( studi penelitian pt. indonesia gadai oke),” NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(5), pp. 2181–2190. Available at: https://doi.org/10.31604/jips.v11i5.2024.2181-2196.
Suhendra, A., Kamarullah, K. and Nafsiatun, N. (2023) “Penegakan Hukum Terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Sebagai Upaya Pengendalian Dampak Lingkungan Di Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang,” EnviroScienteae, 19(3), pp. 55–63. Available at: https://doi.org/10.20527/es.v19i3.17262.
Tapada, R. (2022) “Akibat Hukum Penerapan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara Terhadap Peningkatan Nilai Tambah Pertambangan,” LEX PRIVATUM, 10(4). Available at: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/42407 (Accessed: November 30, 2025).
Umam, W.S., Pawennai, M. and Razak, A. (2023) “Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Penambangan Pasir Tanpa Izin (Studi Pada Kepolisian Resor Pangkep),” Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(4), pp. 2244–2259.
Wijayanti, I.P. and Sari, E.K. (2021) “Pertambangan Emas Yang Dilakukan Oleh Perorangan (Matdani) Tanpa Izin Pertambangan Rakyat Di Desa Nanga Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Studi Putusan Pengadilan Negeri Sintang Nomor: 293/Pid.B/Lh/2018/Pn/ Stg),” Metrik Serial Humaniora dan Sains, 2(2), pp. 96–102.
Yanto, P. (2021) Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Di Wilayah Hukum Polres Kuantan Singingi ( Studi Kasus 2017-2018 ). other. Universitas Islam Riau. Available at: https://repository.uir.ac.id/12497/ (Accessed: December 1, 2025).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 International Journal of Law, Crime and Justice

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

