The Application of the Lex Loci Celebrationis Principle in the Execution of Notarial Deeds Involving Foreign Legal Subjects
DOI:
https://doi.org/10.62951/ijls.v3i1.825Keywords:
Authentic Deed, Legal Certainty, Lex Loci Celebrationis, LawNotary, Private International LawAbstract
This article provides a comprehensive examination of the application of the lex loci celebrationis principle in the execution of notarial deeds involving foreign legal subjects within the Indonesian legal system. The principle affirms that any authentic deed executed in Indonesia must comply with national legal requirements, regardless of the parties’ nationality or the existence of transnational legal relations. Through normative legal research employing statutory, conceptual, comparative, and case-study approaches, this article elucidates how the lex loci celebrationis principle interacts with private international law, particularly in relation to the legal capacity of foreign nationals, the use of foreign documents, and the limits of jurisdiction. The analysis reviews the Law on Notarial Office, the Indonesian Civil Code, population administration regulations, as well as doctrinal developments and jurisprudence pertaining to international legal acts. The findings indicate that although the substantive aspects of an agreement may refer to foreign law through lex voluntatis, the formal validity of a notarial deed remains entirely governed by Indonesian law. These findings underscore the need to enhance the competence of notaries in understanding the dynamics of private international law and highlight the importance of harmonizing national regulations with the principles of private international law to ensure legal certainty in cross-border transactions.
Downloads
References
Aida, M., Putri, Y. M., Putri, R. W., Kasmawati, K., & Silviana, R. (2023). Kepentingan Indonesia mengaksesi konvensi apostille dan relevansinya di bidang kenotariatan. Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 12(1), 85–98.
Alvessya, D. C. (2025). Pengadilan Agama Denpasar dan hukum Indonesia dalam mengadili perkara perceraian antara WNI dengan WNA melalui pendekatan hukum perdata internasional: Studi kasus Putusan Nomor 313/Pdt.G/2021/PA.Dps. Syntax Idea, 7(3), 527–543. https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i3.12690
Aminah, A. (2019). Pilihan hukum dalam kontrak perdata internasional. Diponegoro Private Law Review, 4(2).
Amnurdiant, F. A., & Nugroho, L. D. (2025). Perkembangan prinsip lex loci celebrationis dalam perkawinan campuran antarnegara. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 1398–1405. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1320
Aurelia, P., & Ariany, L. (2025). Analisis kekuatan hukum terhadap keberlakuan konvensi apostille dalam pembuktian dokumen asing di Indonesia. Lex Positivis, 3(1), 1–20.
Azzahra, S. (2025). Prinsip kehati-hatian notaris dalam pembuatan perjanjian nominee bagi warga negara asing sebagai dasar peralihan hak atas tanah. Acten Journal Law Review, 2(1), 72–98. https://doi.org/10.71087/ajlr.v2i1.30
Bintang, A., Aljamili, M. F., Griptoni, G., Lasmini, L., & Ningsih, W. M. (2025). Batasan tanggung jawab hukum notaris dalam pembuatan akta berdasarkan peraturan perundang-undangan. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 3(1), 88–103. https://doi.org/10.70308/adagium.v3i1.65
Budiman, A., Bakry, M. R., & Muda, I. (2024). Rekognisi hukum penggunaan bahasa asing dalam pembuatan akta notaris berdasarkan ketentuan hukum di Indonesia. Syntax Idea, 6(9), 3877–3896. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i9.4349
Damaiyanti, A., & Roisah, K. (2024). Peran notaris dalam perlindungan hak kekayaan intelektual: Studi komparatif praktik hukum Indonesia dan standar internasional. UNES Law Review, 6(4), 11624–11632.
Derika, D. (2020). Fungsi notaris dalam pemeriksaan identitas penghadap terhadap autentisitas akta dihubungkan dengan asas kehati-hatian. Syiar Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 18(2), 173–194. https://doi.org/10.29313/shjih.v18i2.6514
Dimlana, R. S., Irsan, L. Y., Darmawan, M. F., Sukmana, M. N. R., & Wijaya, M. M. (2024). Implikasi perjanjian perdagangan bebas terhadap prinsip-prinsip hukum perdata internasional: Analisis mendalam tentang pemberlakuan penyelesaian sengketa internasional. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik, 2(2), 138–152.
Elviani, E., Respationo, S., Tartib, M., & Erniyanti, E. (2023). Analisis yuridis terhadap pencoretan pihak dalam akta notaris yang berindikasi nominee serta menimbulkan ketidakpastian hukum (studi penelitian di Majelis Pengawas Daerah Kota Batam). UNES Law Review, 6(1), 3525–3535. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1153
Fitriyah, L., Nurzahrah, Y., Intan, P., Rizka, D., & Fidiyati, E. (2023). Urgensi mengkodifikasi hukum perdata internasional dalam upaya menghadapi sengketa perkawinan campuran. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 3(1), 67–76.
Irianto, S. (2017). Metode penelitian kualitatif dalam metodologi penelitian ilmu hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan, 32(2), 155. https://doi.org/10.21143/jhp.vol32.no2.1339
Juliani, A. D. (2024). Penyusunan akta perjanjian elektronik dalam hukum keperdataan: Peran notaris dan tanggung jawab hukum. Officium Notarium, 4(2), 177–201. https://doi.org/10.20885/JON.vol4.iss2.art2
Kapahese, I. V. M. (2021). Tinjauan tentang penyelesaian sengketa batas wilayah antar negara menurut perspektif hukum internasional. Lex Administratum, 9(3). https://doi.org/10.23887/jld.v3i1.1298
Lestari, K. F. (2025). Antara kepastian dan keadilan: Perspektif hukum Islam terhadap legalisasi dokumen asing dan peran notaris. Tasyri’: Journal of Islamic Law, 4(1), 583–608. https://doi.org/10.53038/tsyr.v4i1.419
Maemunah, S. (2024). Analisis yuridis terhadap kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah bagi warga negara asing (WNA) di Indonesia [Skripsi]. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Monalisa, G. (2024). Integrasi hukum perdata internasional dalam kerangka hukum nasional Indonesia: Tantangan dan implikasi. Palangka Law Review, 4(2), 62–71. https://doi.org/10.69836/equality-jlj.v2i1.264
Mopeng, A. (2017). Hak-hak kebendaan yang bersifat jaminan ditinjau dari aspek hukum perdata. Lex Privatum, 5(9).
Rahayu, D. P. (2018). Hukum perdata internasional Indonesia bidang hukum keluarga (family law) dalam menjawab kebutuhan global. Progresif: Jurnal Hukum, 12(1), 1987–2001. https://doi.org/10.33019/progresif.v12i1.958
Rizkawati, N. (2023). Kepastian hukum terhadap akta otentik notaris di Indonesia yang digunakan di luar wilayah Indonesia yang belum tergabung dalam Konvensi Apostille [Skripsi]. Universitas Islam Sultan Agung.
Sari, I. (2020). Syarat-syarat penanaman modal asing (PMA) di Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 10(2). https://doi.org/10.35968/jh.v10i2.462
Wahyuningsih, R. T. (2024). Kriteria kecakapan subjek hukum terhadap akta jual beli [Skripsi]. Universitas Islam Indonesia.
Wardhani, L. C. (2017). Tanggung jawab notaris/PPAT terhadap akta yang dibatalkan oleh pengadilan [Tesis]. Universitas Islam Indonesia. https://doi.org/10.20885/JLR.vol2.iss1.art4
Zahrotussalma, S., & Hafidzi, A. (2025). Lex loci vs. lex fori dalam perceraian asing di Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1619–1634. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1154
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 International Journal of Law and Society

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

