Female Penghulu: Opportunities and Problems Within Indonesia's Civil Law System
DOI:
https://doi.org/10.62951/ijsl.v3i1.869Keywords:
Civil Law, Female Penghulu, Gender Equality, Marriage Guardianship, Women’s AccessAbstract
This research is based on the shortage of functional penghulu officers, which has become a serious issue for the government, particularly the Ministry of Religious Affairs of Indonesia. This condition can affect the quality of services in marriage registration, family guidance, and the provision of legal certainty to the community. To overcome the emergency of penghulu personnel, it is necessary to propose that the position of penghulu also be granted equal access to women, whereas until now the position of penghulu has been dominated only by men. Therefore, this research aims to conduct a comprehensive study on the provisions regarding the opportunities and problems of female penghulu within Indonesia’s civil law system, in which civil law is the official positive legal umbrella governing penghulu affairs. This research is normative legal research employing a statutory approach and a conceptual approach. Meanwhile, the primary legal materials of this research consist of various laws and regulations directly related to penghulu affairs. The results of this research indicate that the opportunities for female penghulu within the civil law system are very open, constitutionally valid, and not subject to any normative prohibition. The problems arise when female penghulu are requested to act as guardians appointed by the court (wali hakim) or entrusted with the delegated guardianship of marriage (taukil wali). This is because, under Indonesia’s civil law, a wali hakim or a person receiving taukil wali is required to be male. In addition, another problem is the existence of a specific requirement to be male that must be fulfilled in the recruitment of penghulu personnel as stated in the Announcement Letter on the Recruitment of Candidates for Civil Servants of the Ministry of Religious Affairs.
Downloads
References
Afandi, S. (2022). Penghulu: Sistem kepenghuluan dalam transisi dan modernisasi. Adab.
Agama, S. J. K. (2024). Pengumuman Nomor P-3103/SJ/B.II.1/KP.00.1/08/2024 tentang pengadaan calon pegawai negeri sipil Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2024. https://cdn.kemenag.go.id/storage/archives/pengumuman-cpns-kemenag-2024pdf.pdf
Akwal. (2021). Peran penghulu dalam menyikapi kasus-kasus perkawinan kekinian: Upaya merumuskan langkah preventif solutif. Adab.
Aspandi, F. (2023). Hak perempuan menjadi penghulu di Indonesia dalam perspektif gender. Asy-Syariah: Jurnal Hukum Islam, 9(2). https://doi.org/10.55210/assyariah.v9i2.1065
Fauzan, I. (2022). Penghulu wanita dalam perspektif fiqh dan undang-undang. Intaj: Jurnal Penelitian Ilmiah, 6(2). https://doi.org/10.35897/intaj.v6i2.818
Fauzia, A. (2003). Antara hitam dan putih: Penghulu pada masa kolonial Belanda. Studia Islamika, 10(2). https://doi.org/10.15408/sdi.v10i2.634
Ghafur, F., Kanggas, F. Z. H., & Lahuri, S. B. (2020). Kedudukan pencatatan perkawinan dalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Journal of Indonesian Comparative of Law, 3(2), 219. https://doi.org/10.21111/jicl.v3i2.5389
Halili. (2019). Penghulu di antara dua otoritas fikih dan Kompilasi Hukum Islam (Disertasi tidak diterbitkan). UIN Sunan Kalijaga.
Handayani, R. (2022). Idealnya Indonesia memiliki 17 ribu penghulu, Kemenag akan usulkan kuota PPPK. Republika. https://khazanah.republika.co.id/berita/r69mcw366/idealnya-indonesia-memiliki-17-ribu-penghulu-kemenag-akan-usulkan-kuota-pppk-part2
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. (1991).
Islamy, A. (2020). Dinamika historis otoritas hak kepenghuluan nikah di Indonesia. Islamitsch Familierecht Journal, 1(1). https://doi.org/10.32923/ifj.v1i01.1472
Kebudayaan, D. P. dan. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 637 Tahun 2024 tentang ruang lingkup kegiatan jabatan fungsional penghulu dan jabatan fungsional penyuluh agama Islam. (2024).
Khairul Akmal, A. A. Z. M., & dkk. (2025). Gender role transformation in the position of marriage registration officer: A comparative study of Islamic family law in Indonesia and the Muslim world. SiRad: Pelita Wawasan, 1(2). https://doi.org/10.64728/sirad.v1i2.art6
Khotim, A. (2023). Perkara perpindahan wali nasab kepada wali hakim karena wali adhol. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Mu’amalah, 11(1). https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v11i1.367
Kontributor. (n.d.-a). Islam di Palestina. Wikipedia. Diakses 10 Januari 2025, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Palestina
Kontributor. (n.d.-b). Pengadilan Agama Sungai Raya. https://www.pa-sungairaya.go.id/wp/sejarah/
Kontributor. (n.d.-c). Penghulu. Wikipedia. Diakses 2 Mei 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Penghulu
Kontributor. (n.d.-d). Sangat kurang, Kemenag harap usulan formasi penghulu disetujui Kemenpan RB. Kementerian Agama Republik Indonesia. Diakses 10 Januari 2025, dari https://kemenag.go.id/nasional/sangat-kurang-kemenag-harap-usulan-formasi-penghulu-disetujui-kemenpan-rb-tP6jk
Mahera, V., & Rahim, A. (2022). Pentingnya pencatatan perkawinan. As-Syams: Jurnal Hukum Islam, 3(2), 99.
Makki, S. (2023). Indonesia darurat penghulu, banyak yang akan pensiun. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230905143303-20-995038/indonesia-darurat-penghulu-banyak-yang-akan-pensiun
Makmun, M., & Pribadi, B. B. (2016). Efektivitas pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 16–32.
Mamuji, S. S., & Soekanto, S. (2022). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. RajaGrafindo Persada.
Marzuki, P. M. (2022). Penelitian hukum. Kencana.
Muda’i, H. U., & S. (2020). Pencatatan perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan perspektif hukum Islam. Usratuna, 4(1).
Mutmainnah, N. (2022). Penghulu wanita dalam PMA Nomor 20 Tahun 2019 tentang pencatatan pernikahan perspektif gender (Skripsi tidak diterbitkan). UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Nafisah, S. (2016). Eksistensi penghulu wanita di Indonesia dalam perspektif hukum Islam (Skripsi tidak diterbitkan). UIN Sunan Kalijaga.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2024 tentang pencatatan pernikahan. (2024).
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2019 tentang jabatan fungsional penghulu. (2019).
Permana, R. H. (2023). Indonesia darurat penghulu! Kemenag: Banyak yang pensiun dan wafat. Detiknews. https://news.detik.com/berita/d-6914670/indonesia-darurat-penghulu-kemenag-banyak-yang-pensiun-dan-wafat
Salim, A. (2021). Kepenghuluan di Indonesia. Wawasan Ilmu.
Saputra, M. (2020). Penghulu wanita menurut penghulu Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 11(2), 97. https://doi.org/10.14421/ahwal.2018.11208
Satu Data Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Jumlah penghulu menurut tingkat jabatan. https://satudata.kemenag.go.id/dataset/detail/jumlah-penghulu-menurut-tingkat-jabatan
Septiani, Z. (2023). Update! 13 dari 193 negara di dunia yang pemimpinnya perempuan & fakta uniknya. DetikEdu. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6681856/update-13-dari-193-negara-di-dunia-yang-pemimpinnya-perempuan-fakta-uniknya
Sirait, R. M. (2021). Pencatatan perkawinan dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Juristic, 1(1).
Su, E. (2023). Profil Halimah Yacob presiden perempuan pertama Singapura, begini karier politiknya. Tempo. https://www.tempo.co/internasional/profil-halimah-yacob-presiden-perempuan-pertama-singapura-begini-karier-politiknya-198367
Suarjana, Muzawir, & Hartawan, W. (2023). Perpindahan wali nasab kepada wali hakim menurut hukum Islam. Al-Balad: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam, 3(2). https://doi.org/10.59259/ab.v3i2.73
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang pencatatan nikah, talak, dan rujuk. (1946).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1954 tentang penetapan berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang pencatatan nikah, talak, dan rujuk di seluruh daerah luar Jawa dan Madura. (1954).
Zuhri, D. (2015). Palestina akui profesi penghulu wanita. Republika. https://khazanah.republika.co.id/berita/nv65re301/palestina-akui-profesi-penghulu-wanita
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 International Journal of Sociology and Law

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

