Law Enforcement Against Spatial Planning Violations in the Development of Tourism Accommodations on Bingin Beach, Badung Regency
DOI:
https://doi.org/10.62951/ijsl.v3i2.918Keywords:
Beaches, Coastal Area, Law Enforcement, Spatial Planning, TourismAbstract
This study aims to analyze the implementation of spatial planning regulations in the development of tourism accommodations and law enforcement against spatial planning violations in the Bingin Beach area, Badung Regency. The rapid development of tourism in the area has encouraged the construction of various facilities such as villas, hotels, and restaurants, some of which are located in coastal areas and do not fully comply with spatial planning and licensing regulations. This study uses empirical legal research methods with a legislative approach, case approach, and legal sociology approach. Data was obtained through observation, interviews, and document studies, then analyzed qualitatively. The results show that the implementation of spatial planning regulations in Bingin Beach has not been optimal because there are still tourism accommodation buildings that violate zoning and coastal boundary line regulations. This condition is influenced by weak supervision, rapid tourism development, and lack of compliance with licensing procedures. Law enforcement is carried out by the local government through the imposition of administrative sanctions and efforts to control buildings that do not comply with spatial planning. This law enforcement aims to maintain order in the use of space and protect the sustainability of the coastal environment.
Downloads
References
Afrilia, D., & Bondowoso, S. B. (2025). Pertanggungjawaban direksi BUMN terhadap kerugian negara berdasarkan regulasi pemerintahan sektor perusahaan dan pidana. Lex Strict: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 13–22.
Argarani, D., Afriati, D., Sari, M. I., & Setyanto, A. R. (2025). Dampak aktivitas industri terhadap perubahan tata guna lahan dan urbanisasi di wilayah pesisir. Jurnal Media Akademik, 3(11).
Astara, I. W. W. (2025). Politik hukum pariwisata, ekowisata, dan persoalan tanah untuk kepentingan industri pariwisata. Pustaka Larasan.
Astara, I. W. W., Wijaya, I. K. K. A., & Wesna, P. A. S. (2025). Strengthening the legal framework of Subak-based ecotourism in Bali: Between cultural policy and legal pluralism. Scientific Law, 2025(4), 78–83. https://doi.org/10.55284/zw0r9751
Budiartha, I. (2016). Hukum outsourcing: Konsep alih daya, bentuk perlindungan, dan kepastian hukum. Setara Press.
Dahuri, R. (2001). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu.
Fadilla, H. (2024). Pengembangan sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan daerah di Indonesia. Benefit: Journal of Business, Economics and Finance, 2(1), 36–43. https://doi.org/10.70437/benefit.v2i1.375
Fajar, M., & Achmad, Y. (2013). Dualisme penelitian hukum normatif & empiris. Pustaka Pelajar.
Fauzan, A. (2024). Model implementasi kebijakan publik. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 17929–17938.
Firman, Z., Laia, A., & Laia, B. (2023). Kebijakan publik melihat produk hukum undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi serta implementasinya dalam praktek penegakan hukum di Indonesia. Jurnal Panah Keadilan, 2(2), 50–65.
Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami warisan budaya dan identitas lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 18(1), 77–85.
Malaka, Z. (2025). Tinjauan sosiologi hukum tentang penegakan hukum di Indonesia. Tarunalaw: Jurnal Law Syariah, 3(1), 70–77. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v3i01.292
Malau, P., Depari, D. A., Poniman, S., & Wardana, D. S. E. (2025). Peran hukum dalam mengatur pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 3(1), 20–30.
Mardiyantoro, C., Herlina, H., & Mulyeni, S. (2023). Strategi pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi kreatif dalam peningkatan pariwisata. Jurnal Sosial Humaniora Insentif, 6(1). https://doi.org/10.36787/jsi.v6i1.1201
Putra, D. F. H., Setyowati, E., & Hidayati, F. (2024). Analisis anomali kebijakan: Prospek terhadap kualitas kebijakan. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 10(1), 40–51.
Simamora, J., & Sarjono, A. G. A. (2022). Urgensi regulasi penataan ruang dalam rangka perwujudan pembangunan berkelanjutan. Nommensen Journal of Legal Opinion, 59–73. https://doi.org/10.51622/njlo.v3i1.611
Soerjani, M., Ahmad, R., & Munir, R. (1987). Lingkungan sumber daya alam dan kependudukan dalam pembangunan. Penerbit Universitas Indonesia.
Suprihatno, A., Yusup, D. K., & Astarudin, T. (2025). Pengaturan pengelolaan tanah sempadan pantai menurut hukum positif dan hukum Islam. Qanuniya: Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 41–58.
Suriadi, L. M., Denya, N. P., Shabrina, Q. A., Yuliana, R., Agustina, G., Kuspraningrum, E., et al. (2024). Perlindungan sumber daya genetik ekosistem mangrove untuk konservasi lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Jurnal Analisis Hukum, 7(2), 234–253. https://doi.org/10.38043/jah.v7i2.5206
Tahir, A. (2014). Kebijakan publik dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Widiartana, P. W., Maruti, K. A. M., & Wiryanthi, N. P. E. M. (2025). Penegakan hukum tata ruang atas pembangunan pariwisata di sempadan pantai (Studi kasus Pantai Bingin Bali). Kertha Wicaksana, 19(2), 102–111.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 International Journal of Sociology and Law

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

